Seskab Teddy Sebut Presiden Prabowo Subianto Ingin Percepat Program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini isu tentang krisis sampah masih marak terjadi di negara Indonesia.

Sebagai informasi bahwa krisis sampah merupakan suatu kondisi dimana jumlah sampah yang dihasilkan telah melebihi kapasitas pengelolaan dan pengolahan yang telah ditentukan.

Bahkan, sejak beberapa pekan yang lalu, negara Indonesia telah dinobatkan sebagai salah satu negara dengan tingkat penghasil sampah terbesar di dunia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim bahwa pada tahun 2025, negara Indonesia telah menghasilkan sampah sebesar 68 juta ton, dan angka tersebut meningkat drastis dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni pada tahun 2024 hanya sebesar 35,01 juta ton.

Bahkan, pada awal tahun 2026 saja, sampah yang dihasilkan oleh negara Indonesia telah mencapai ratusan ribu ton, terlebih lagi dengan adanya hari perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Lebaran 2026 produksi sampah dapat meningkat dua kali lipat dalam sehari.

Contohnya pada momen Lebaran 2026 kemarin, produksi sampah di negara Indonesia telah mencapai 71.960 ton, dan angka tersebut meningkat hingga 20 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Tingginya volume sampah tersebut dapat berdampak negatif terhadap kehidupan manusia, karena sampah dapat mencemari lingkungan (tanah, air dan udara). Hal tersebut nantinya dapat membawa penyakit atau wabah yang serius terhadap masyarakat dan satwa liar di Indonesia.

Bukan hanya menimbulkan wabah penyakit saja, tetapi tingginya volume sampah juga dapat menimbulkan potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Menurut sejumlah pakar, sampah memanglah barang yang sudah tidak berguna dan dipandang rendah oleh kebanyakan orang, tetapi sejumlah negara maju justru memandang sampah sebagai barang yang bermutu dan bernilai tinggi, karena dengan pengolahan yang benar, maka sampah dapat diubah menjadi energi listrik yang dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste To Energy (WTE) di Indonesia dapat segera terealisasikan.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pada beberapa hari yang lalu, Presiden Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan resmi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Teddy Indra Wijaya mengaku bahwa pertemuan tersebut membahas mengenai percepatan program pengolahan sampah menjadi energi listrik, karena mengingat adanya isu krisis sampah di Indonesia.

Pada pelaksanannya, sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik akan dibangun di Kota-Kota besar terlebih dahulu, seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan lainnya.

Presiden Prabowo Subianto berharap bahwa dengan adanya pengolahan sampah menjadi energi listrik, maka permasalahan timbunan sampah dapat segera dihilangkan, dibersihkan, dan dimanfaatkan menjadi sumber daya energi terbarukan.

Program tersebut bukan hanya bermanfaat untuk mengurangi volume sampah saja, melainkan juga berguna untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dengan pendekatan teknologi modern, terbarukan, dan ramah lingkungan.

Selain memperkuat ketahanan energi, program tersebut juga akan membuka banyak lapangan pekerjaan, dan mampu menciptakan ekonomi baru.

 

Danantara Buka Pendaftaran Calon Mitra Baru

Asing Ramai-ramai Bidik Proyek PSEL Danantara

PT Danantara Investment Management telah resmi membuka pendaftaran calon mitra baru dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Pendaftaran calon mitra baru akan dibuka mulai tanggal 17 Maret 2026 sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Pada pendaftaran tersebut, Danantara membuka peluang kepada seluruh badan usaha yang mempunyai kompetensi dalam bidang PSEL untuk tergabung langsung menjadi Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) PSEL Nasional.

Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman mengklaim bahwa pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sahmpah modern di Indonesia yang sebelumnya telah menarik minat berbagai perusahaan dan investor internasional demi bersama-sama bergerak menyelesaikan isu darurat sampah nasional.

Danantara juga menjelaskan tentang keuntungan yang akan didapatkan oleh para badan usaha jika mereka tergabung dalam DPT PSEL, keuntungan tersebut meliputi, mempunyai peluang yang besar dalam proyek yang besar, akses pasar dan tender yang terstruktur, meningkatkan kepercayaan investor dan mitra bisnis, meningkatkan transparansi perusahaan, dan membuka peluang kolaborasi internasional.

Berikut merupakan daftar perusahaan yang telah tergabung dalam DPT PSEL Danantara:

  • Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
  • TOCHU Corporation
  • China Everbright Environment Group Limited
  • Kanadevia Corporation
  • PT MCC Technology Indonesia (MCC)
  • China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)
  • GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
  • Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd
  • Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd
  • SUS Indonesia Holding Limited
  • Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd
  • Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
  • CEVIA Enviro Inc.
  • China Conch Venture Holding Limited
  • China TianYing Inc
  • PT Jinjiang Environment Indonesia
  • Wangneng Environment Co., Ltd
  • Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd
  • Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET)
  • Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd
  • Grandblue Environment Co., Ltd
  • Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc
  • Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
  • QiaoYin City Management Co., Ltd

Related posts